Kamis, 06 Desember 2012

Aku Mencintaimu Dalam Diam


Aku ...
Mencintaimu dalam diam
Menyakiti diriku sendiri dengan diam
Tapi Tuhan mengetahuinya

aku mencintaimu dalam diam
dengan harapan do'a penuh keyakinan

aku tetap setia dalam diam
bukan karena pengecut
tapi inilah caraku mencintaimu

yaaa.......
beginilah caraku mencintaimu
mencintaimu dalam diamku
menatapmu dari kejauhan

semua itu kulakukan dengan embel-embel kata "teman"
tanpa sepengetahuanmu, aku telah mencintaimu

tak bisakah kau melihat caraku memandangmu?
caraku berbicara kepadamu?
tak bisakah kau melihat bagaimana aku menyembunyikan rasa ini?

taukah kau ?
tanpa sepengetahuanmu
aku selalu menyebutmu dalam doaku
sungguh...aku selalu mendoakanmu

aku masih mencintaimu dalam diam
hingga akhirnya kita masih mencintai dalam diam

for you *****

Minggu, 11 November 2012

Ada duka tersembunyi di balik keceriaan


Rabu, 11 Juli 2012

Sahabat

Aku bukan teman yang bisa memberikan kau segala yang kau perlukan jika kau berada dalam kesulitan.

Tapi yakinlah, aku adalah temanmu yang tetap setia disisimu meniupkan kata-kata semangat jika kesulitan menghantui dirimu.

Aku juga bukan teman yang akan memberikan kamu segunung harapan agar kamu boleh berharap dan bersandar terus padaku.

Namun aku akan menjadi teman yang akan berusaha meratakan segunung beban jika suatu hari kelak bebananmu menumpuk hebat.

Aku justeru bukan teman yang akan berjanji seribu madah indah untuk menyenangkan hatimu.

Tapi aku akan memastikan aku tidak akan mengucapkan sepatah pun kata hina yang bisa menyakitkanmu.

Aku malahan bukan teman yang akan menyuburkan benih cinta yang ada dalam jiwa mu.

Namun aku berjanji bunga cinta yang telah lama hidup dalam jiwa mu akan tetap subur mewangi dan tidak akan pernah mati


Senin, 09 Juli 2012

Mari, Merenungi Kematian


Innalillahi wa inna ilaihi roji’un

Telah berpulang ke rahmatullah sahabat dumay (dunia maya) saya. Walaupun saya tidak mengenal lebih dekat, tapi saya tetap  berdo’a yang terbaik untuk nya di akhirat. Aamiin.

Artikel ini saya tulis setelah beberapa hari meninggalnya alm. Melihat begitu banyaknya teman-teman yang merasa kehilangan atas kepergian alm. yang sangat mendadak dan mengenaskan. Siapa yang tau umur… saya pikir tak ada,  bahkan orang pintar atau dukun sekalipun… ini merupakan rahasia Allah

Tak ada satupun manusia yang mengetahui kapan ajal nya akan tiba, hari, tanggal, jam, menit bahkan detiknya.  Tugas kita yaitu menyembah-Nya, menyembah Allah yang telah menciptakan kita. Melaksanakan kewajiban kita sebagai seorang hamba, dan umat bagi Rosulullah SAW.

Merenungi hidup, itu biasa. Tanpa siapa pun kita berusaha merenungi hidup, manusia diciptakan dengan fitrah kuat untuk memikirkan hidupnya. Karena itu manusia dianggap sebagai makhluk atau ciptaan Allah yang selalu kepayahan.

“Sesungguhnya, Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah…” (QS. Al-Balad :4)

“Sesungguhnya, manusia diciptakan bersifat keluh kesah  lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapatkan kebaikan ia kikir..” (QS. Al-Ma’aarij : 19-21)

Manusia begitu kepayahan, dan wujud kepayahan itu terlihat jelas dalam kehidupan, hanya semata-mata karena ia memikirkan hidup. Diawali bagaimana ia tetap bertahan hidup, kemudian berkembang, lalu bagaimana ia dapat hidup dengan lebih baik dari  sekarang, berlanjut lagi bagaimana ia hidup lebih enak. Dan seterusnya…

Maka kita sering mendengar pertanyaan yang klasik “Apa obsesi Anda dalam hidup yang belum tercapai ?????” Dan selalu saja kita mendapatkan jawaban yang nyaris sama “saya ingin ini… itu… begini… begitu… bla bla blaa.

Begitu besar obsesi manusia dan begitu ragam dinamika dari obsesi tersebut. Sehingga apabila sedikit saja nyasar dari obsesi yang diinginkannya, maka seseorang akan merasa kepayahan (ahh, kenapa gak begini… kenapa gak begitu… ), dan ia akan begitu menderika karenanya.
Begitu payahnya kita memikirkan hidup, padahal hidup dan mati itu sama pastinya. Kita pasti hidup, karena inilah hidup itu. Tapi kita pasti juga mati. Tapi sayangnya, kita begitu  gigih memikirkan hidup yang pasti ini, dan  teledor memikirkan kepastian yang lain, yaitu mati !!!

Berapa banyak hal tentang  kematian yang kita amati, kita resapi, bahkan kita jadikan panduan untuk  hidup untuk menyongsong datangnya kematian itu suatu hari ???
Nyaris tak pernah ???
Mengenaskan !!!

Ketika kehidupan di  dunia ini semakin canggih dengan menawarkan begitu banyak kenikmatan hidup. Saatnya kita berpikir tentang kematian, menyisakan sebagian waktu kita, untuk merenungi, bagaimana kita akan mati…

Ya Rabbi… betapa bodohnya kami, begitu banyak hal tentang hidup yang kita pelajari,  kita  cermati dan kita nikmati sepuasnya. Tapi berapa banyak hal tentang kematian yang telah kita ketahui ???
Sedikit saja ???


*disalin dari buku Mati Tersenyum Esok Pagi,
penerbit Shafa Publika

Artikel PengusahaMuslim.com